Custom Search

Thursday, March 5, 2009

Slumdog Millonaire's : Indahnya Sebuah Rancangan Kehidupan Dari TUHAN


inilah sebuah film karya anak Amerika yang mengambil latar belakang kehidupan asli di India, yang mana biasanya kita melihat di film-film India yang beredar di TV-TV swasta adalah India yang penuh dengan kemakmuran, damai, tentram dan hampir setiap sudut kotanya merupakan bangunan-bangunan yang bagus-bagus.

tapi di film ini kita bisa melihat bagaimana kerasnya kehidupan di India, bahkan kita bisa melihat bagaimana sudut kota yang begitu kumuh, dimana awal film ini mengambil latar sebuah kehidupan di pinggir kota Mumbay di salah satu TPA di sana, dan yang menarik dari film ini adalah golongan yang dijadikan asal film ini adalah kehidupa
n kaum muslim di India, dimana mereka yang beragama muslim disana menjalani kehidupan yang begitu keras, sehingga ini menjadi pertanyaan kita semua apakah semua agama memandang semua agama itu s
ejajar sehingga pantas mendapatkan kehidupan yang lebih baik.

ada seb
uah scene yang mengambarkan ini semua yaitu ketika ibu dari Jamal dan Malik Salim, kakak beradik yang menjadi bintang utama dari film ini, terbunuh dari sebuah penyerangan kaum hindu atas kaum muslim di pemukiman mereka. Semoga saja ini semua tidak terjadi pada kita semua dimana saja...aminnnnnnnnnnnn...

melihat film ini secara keseluruhan walau dari bajakan, sehingga ada beberapa bagian yang masih belum mengerti tapi ini yang dapat saya ambil dari film tersebut adalah :

1. Kehidupan yang indah kadang tidak harus dimulai dari yang indah pula, di film ini dim
ulai dari sebuah pertanyaan mengapa jamal bisa menjawab sebuah pertanyaan yang bernilai 20 milliar rupee, ada 4 pilihan jawaban yaitu a. dia memang jenius, b. dia curang, c. itu hanya sebuah keberuntungan, d. atau itu semua adalah takdirnya. film ini hampir semua scenenya berdampingan antara kehidupan masa kecil Jamal Malik dengan ketika jamal menhadapi introgasi polisi setempat dan saat dia menjalani kuis yang terkenal juga di Indonesia "Who Wants To Be A Millonaire's" di waktu kuis itu ia di sangka melakukan curang sehingga ditangkap polisi. tapi set
elah menjalani interogasi yang sangat menyakitkan, ia tidak terbukti melakukan kecurangan. dalam film ini diceritakan bahwa semua pertanyaan yang diajukan pada Jamal selalu bisa dia jawab karena apa yang ia alami selama hidup disanalah ada jawabannya. kalau kita melihat film ini bagaimana indahnya sebuah rancangan kehidupan dari Tuhan, bahkan ada yang mengatakan bahwa ada sebuah kata bijak yang sesuai dengan film ini yaitu : Bila Tuhan cepat m'gabulkan Doamu, Maka DIA Menyayangimu, Bila DIA lambat M'gabulkan doamu, Maka DIA I
ngin Mengujimu, Bila DIA Tidak M'gabulkan Doamu, Maka Dia Merancang Sesuatu Yang lebih Baik Untukmu. Oleh karena itu, Senantiasalah Bersangka Baik Pada TUHAN Dalam Keadaan apapun jua. Allahu Akbar yang selalu memiliki rencana indah dari semua yang kita jalani.
2. Berbuat baik walau sedikit pada orang lain maka akan mendapatkan balasan juga, kita tidak akan tahu kapan itu akan dibalas.
semoga kita semua bisa mengambil hikmah dari film yang bagus ini.

Friday, December 19, 2008

Memperingati Meninggalnya Soe Hok Gie ( Seorang Mahasiswa Yang Idealis)

Soe Hok Gie (17 Desember 194216 Desember 1969) adalah salah seorang aktivisIndonesia dan mahasiswa Fakultas Sastra Universitas Indonesia Jurusan Sejarah tahun19621969.

Soe Hok Gie menamatkan pendidikan SMA di Kolese Kanisius. Nama Soe Hok Gie adalah dialek Hokkian dari namanya Su Fu-yi dalam bahasa Mandarin (Hanzi: 蘇福義). Leluhur Soe Hok Gie sendiri adalah berasal dari Provinsi HainanRepublik Rakyat Cina.

Ia adalah seorang anak muda yang berpendirian yang teguh dalam memegang prinsipnya dan rajin mendokumentasikan perjalanan hidupnya dalam buku harian. Buku hariannya kemudian diterbitkan dengan judul Catatan Seorang Demonstran (1983).

Soe Hok Gie adalah anak keempat dari lima bersaudara keluarga Soe Lie Piet alias Salam Sutrawan. Dia adik kandung Arief Budiman atau Soe Hok Djin, dosen Universitas Kristen Satya Wacana yang juga dikenal vokal dan sekarang berdomisili di Australia.

Hok Gie dikenal sebagai penulis produktif di beberapa media massa, misalnya Kompas,Harian KamiSinar HarapanMahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya. Sekitar 35 karya artikelnya (kira-kira sepertiga dari seluruh karyanya) selama rentang waktu tiga tahun Orde Baru, sudah dibukukan dan diterbitkan dengan judul Zaman Peralihan (Bentang, 1995).

Catatan Seorang Demonstran

Juga skripsi sarjana mudanya perihal Sarekat Islam Semarang, tahun 1999 diterbitkan Yayasan Bentang dengan judul Di Bawah Lentera Merah. Sebelumnya, skripsi S1-nya yang mengulas soal pemberontakan PKI di Madiun, juga sudah dibukukan dengan judul Orang-orang di Persimpangan Kiri Jalan (Bentang, 1997).

Sebagai bagian dari aktivitas gerakan, Soe Hok Gie juga sempat terlibat sebagai staf redaksiMahasiswa Indonesia, sebuah koran mingguan yang diterbitkan oleh mahasiswa angkatan 66 diBandung untuk mengkritik pemerintahan Orde Lama.

Hok Gie meninggal di gunung Semeru tahun 1969 tepat sehari sebelum ulang tahunnya yang ke-27 akibat menghirup asap beracun di gunung tersebut. Dia meninggal bersama rekannya, Idhan Dhanvantari Lubis.

John Maxwell menulis biografi Soe Hok Gie dengan judul Soe Hok Gie - A Biography of A Young Indonesian Intellectual (Australian National University, 1997).

Pada tahun 2005, catatan hariannya menjadi dasar bagi film yang disutradarai Riri RizaGie, dengan Nicholas Saputra berperan sebagai Hok Gie. (dikutip dari wikipedia.com:http://id.wikipedia.org/wiki/Soe_Hok_Gie)

Wednesday, August 27, 2008

Fak. Ushuluddin : Antara Derita dan Bahagia

Mulai hari selasa kemarin acara Orkeshi (Orientasi KeuSHuluddInan), sebuah acara yang menurut saya adalah acara yang paling penting karena acara ini merupakan awal pembentukan karakter dari mahasiswa baru yang masuk ke Ushuluddin, sebagaimana yang kita ketahui bahwa hampir 70% mahasiswa baru ke Ushuluddin adalah "buangan" dari fakultas yang lain, seperti Tarbiyah dan Syariah. 

alasan yang mendasari sedikitnya calon mahasiswa yang masuk ke Ushuluddin paling tidak ada beberapa alasan yang bisa dikemukakan yaitu :

1. Fakultasnya tidak menjamin dapatnya pekerjaan, ini merupakan alasan paling klasik dan yang paling utama yang mendasari baik orang tua maupun calon mahasiswa tersebut untuk tidak masuk fakultas Ushuluddin.

2. Fakultas yang memiliki mitos sebagai Fakultas yang penuh dengan Mahasiswa "lemparan", inilah akibat dari keputusan pihak yang berkuasa di IAIN masih memberikan tempat yang luas bagi fakultas favorit.

3. Fakultas yang penuh dengan Ilmu yang sulit, inilah alasan yang sebenarnya disinilah kehebatan Ushuluddin sebenarnya karena ilmu yang dipelajari di Ushuluddin adalah ilmu yang sulit makanya mahasiswa yang sudah masuk pun bisa keluar dari Ushuluddin karena alasan ini.

Tiga alasan inilah yang mendasari calon mahasiswa tidak masuk Ushuluddin. makanya Orkeshi merupakan ajang yang tidak boleh di sia-siakan karena di ajang seperti inilah yang harusnya para mahasiswa baru tersebut dicuci otaknya untuk membangun kecintaan terhadap Ushuluddin, dengan kecintaan inilah bisa membangun militansi pada Ushuluddin sehingga sampai kapan pun bila militansi sudah tertanam dalam hati maka para mahasiswa akan cinta dan membela pada Ushuluddin.

Hidup Ushuluddin !!!!!!!!!!!!!

Comment YA


Free chat widget @ ShoutMix
Template by : Kendhin x-template.blogspot.com